Bocah Hilang

aku melihat gelap
hitam pekat mengelilingi kamar
aku terlelap
dalam, pucat tangan bergetar

sekujur bocah hilang menahan ringkih malam
benaku dalam mimpi suram
menanti fajar bocah hilang digerayang waktu
bangunku usai dingin membeku
bocah hilang termangu
aku mendengar merpati terbelenggu

segera meranjak dari kasur beralas tikar
aku berjalan dengan kepala terbakar
menatap pedih para pedagang
bocah hilang sesumbar kan berjuang

tanganya mengepal menghantam batu
menerjang tinggi tembok ratapan
aku terhentak ditakis penguasa
bocah hilang meradang mencekam
lahap kesombongan dilumatnya
dengan lapar lawan ditikam

bocah hilang tak bertepi
dimana setiap manusia menjadi sepi
terbunuh oleh senjata mutakhir masa kini
ribuan kepala terlantung mengabdi
bocah hilang melotot memandang
dilihatnya pedagang tak berpeluang

dengan sigap bocah hilang menyiram
sebab dilihat tunas muda terbakar zaman
aku sesumbar tentang keangkuhan malam
dengan sigap bocah hilang melawan

aku melihat cahaya
putih tulang menembus kelam
aku bertanya
dimana bocah hilang ?

Gandul, 4 Maret 2015

Advertisements

1 thought on “Bocah Hilang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s